administrasi sistem jaringan (bab 6)

 A. Analisis Permasalahan Sistem Administrasi (Troubleshooting)

Istilah administrasi berasal dari bahasa latin yaitu "Ad" dan "ministrate" yang artinya pemberian jasa atau bantuan, yang dalam bahasa Inggris disebut "Administration" artinya "To Serve", yaitu melayani dengan sebaik-baiknya. Administrasi jaringan komputer adalah sebuah pekerjaan dari para administrator jaringan yang bertugas untuk mengatur sebuah jaringan komputer baik dalam skala kecil maupun skala besar. Dalam perusahaan besar biasanya administrasi jaringan sangatlah dibutuhkan. Hal ini terjadi karena dalam perusahaan besar terdapat data-data perusahaan yang sangat penting, oleh karena itu diperlukannya administrasi jaringan untuk mengamankan data-data tersebut.

1. Konsep Dasar Troubleshooting

Troubleshooting adalah sebuah bentuk pemecahan masalah pada suatu sistem yang sedang mengalami gangguan dengan mencari sumber yang menjadi penyebab masalah tersebut dan kemudian mencari pemecahan atas permasalahan yang terjadi sehingga sistem tersebut bisa beroperasi kembali secara normal. Troubleshooting, pada umumnya digunakan dalam berbagai bidang, seperti halnya dalam bidang komputer, administrasi sistem, dan juga bidang elektronika dan kelistrikan. Troubleshooting diperlukan pada pengembangan dan pemeliharaan sistem yang kompleks di mana gejala yang menyebabkan terjadinya gangguan bisa memiliki banyak kemungkinan penyebab. Troubleshooting digunakan pada banyak bidang seperti pada bidang sistem administrasi, elektronika, sistem komputer, reparasi otomotif hingga diagnosa pada bidang medis.

Sebuah sistem bisa diuraikan ke dalam batasan-batasan perilaku yang telah ditetapkan. Kejadian atau input yang diberikan ke dalam sistem diharapkan memberikan output spesifik seperti yang diinginkan. Sebagai contoh adalah ketika ingin mencetak pada printer dari komputer. Tentu ingin menghasilkan cetakan pada kertas dari printer. Tetapi bila ada gejala-gejala terjadinya gangguan maka printer tidak bisa mencetak atau akan menghasilkan cetakan yang amburadul. Terjadinya perilaku yang menyimpang merupakan gejala-gejala terjadinya gangguan pada sistem. Troubleshooting adalah proses mengisolasi penyebab terjadinya gangguan dan kemudian memberikan solusi untuk mengatasi gangguan tersebut.

2. Pengetahuan Dasar Sistem Administrasi Jaringan

Banyak administrator merasa bahwa ketika jaringan menyala dan berjalan, maka pekerjaan telah selesai. Namun sebenarnya, ketika suatu jaringan telah selesai, di situlah pekerjaan sebenarnya dari administrator jaringan di mulai. Setelah mengetahui bagaimana mendesain dan membuat jaringan, termasuk dalam proses memilih, menginstalasi, dan mengetes kabel, serta menentukan di mana tempat kabel diletakkan. Namun, desain dan implementasi jaringan hanya sebagian yang ketahui. Seharusnya mengetahui bagaimana memelihara jaringan dan menjaganya tetap berfungsi pada tingkat yang diinginkan. Ini berarti harus mengetahui bagaimana mengatasi masalah pada waktu mereka muncul. Di samping itu, tahu kapan ekspansi atau perubahan konfigurasi jaringan dilakukan supaya dapat memenuhi permintaan.

a. Definisi dan batas tanggung jawab

Pada sebuah jaringan, seorang staf jaringan harus tahu tanggung jawabnya. Tanggung jawab staf jaringan sangat memengaruhi beban kerja masing-masing orang dan biaya layanan jaringan untuk perusahaan. Semakin besar tanggung jawab staf jaringan, semakin

besar biaya resource. Bayangkan sebuah restoran yang dimiliki dan dioperasikan oleh satu individu. Satu orang ini bertanggung jawab untuk semua tugas, termasuk memasak, melayani, mencuci piring, dan membayar tagihan. Biasa, sumber daya manusia restoran tersebut relatif rendah, tetapi kemungkinan untuk tumbuh dan berkembang terbatas sampai pemilik mempekerjakan juru masak, pelayan, dan akuntan. Sekarang setelah tanggung jawab dibagi, restoran dapat melayani lebih banyak orang dengan lebih efisien. Tentu saja, akibatnya biaya resource meningkat seiring adanya pertumbuhan dan ekspansi. Oleh sebab itu, pekerjaan support jaringan bisa meliputi

semua aspek jaringan atau dibatasi pada komponen tertentu saja. Tanggung jawab ini perlu ditentukan dan dilaksanakan pada tiap-tiap bagian. Kunci untuk memahami hubungan ini adalah membuat area tanggung jawab terlalu besar bisa memperbesar resource, tetapi membuat area tanggung jawab terlalu kecil membuatnya sulit untuk mengatasi masalah pada jaringan secara efektif.

b. Biaya Jaringan

Administrasi jaringan meliputi banyak tanggung jawab, termasuk analisis biaya. Ini berarti tidak hanya biaya desain dan implementasi jaringan, tetapi juga biaya pemeliharaan, upgrade, dan monitoring jaringan. Menentukan biaya instalasi jaringan bukanlah tugas yang sulit bagi sebagian besar administrator jaringan. Daftar piranti dan harga sudah tersedia; biaya tenaga kerja dapat dihitung menggunakan rating tetap. Sayangnya, biaya pembangunan jaringan hanyalah permulaan saja. Beberapa faktor biaya lain yang harus dipertimbangkan antara lain sebagai berikut.

 1) Pertumbuhan jaringan.

2) Pelatihan teknisi dan user.

3) Penggunaan software.

Biaya-biaya ini jauh lebih sulit diperkirakan dibanding biaya membangun jaringan. Administrator jaringan harus melihat tren historis dan pertumbuhan perusahaan untuk memperkirakan biaya pertumbuhan jaringan. Seorang manajer harus melihat software dan hardware baru untuk menentukan apakah perusahaan akan mengimplementasikan mereka dan kapan, termasuk pelatihan para staf untuk mendukung teknologi baru tersebut. Biaya peralatan untuk operasional yang kritis juga perlu dimasukkan ke dalam biaya pemeliharaan jaringan. Bayangkan, bisnis berbasis internet yang menggunakan satu router untuk terhubung ke internet. Jika router tersebut tidak berfungsi, perusahaan Anda tidak dapat melakukan kegiatan sampai router diganti. Ini bisa menyebabkan perusahaan menderita jutaan rupiah karena kehilangan penjualan. Administrator jaringan yang bijaksana akan menyimpan router cadangan untuk memperkecil waktu downtime perusahaan.

c. Laporan Kesalahan

Manajemen jaringan yang efektif memerlukan dokumentasi yang lengkap, oleh karena itu jika timbul suatu masalah perlu dibuat laporan kesalahan. Laporan ini digunakan untuk mengumpulkan informasi dasar yang diperlukan untuk mengidentifikasi dan menentukan masalah, dan juga memberi cara dalam memantau kemajuan dan solusi akhir dari masalah tersebut. Laporan kesalahan memberikan pertimbangan kepada manajemen dalam mempekerjakan staf baru, membeli piranti, dan memberi pelatihan tambahan. Laporan ini juga memberikan solusi untuk masalah yang sama yang telah dipecahkan.

d. Troubleshooting Jaringan

Bahkan ketika jaringan di monitor, piranti dapat diandalkan, dan user berhati-hati, ada saja hal yang bermasalah. Pertama dan paling penting adalah menggunakan jurnal rancang-bangun dan membuat catatan. Pembuatan catatan bisa memberikan cara yang jelas dalam mendiagnosis masalah. Ia bisa memberitahu apa yang telah Anda coba dan bagaimana pengaruhnya terhadap masalah. Ini bisa sangat berharga bagi troubleshooter sehingga usaha yang dilakukan sebelumnya tidak akan diulang lagi. Membuat catatan juga sangat berharga jika masalah diberikan kepada teknisi lain supaya mereka tidak melakukan kembali semua pekerjaan yang sudah dilakukan. Salinan catatan harus disertakan bersama solusi masalah pada waktu trouble ticket diselesaikan, sehingga bisa menjadi referensi untuk masalah serupa yang mungkin terjadi sehubungan dengan masalah tersebut.

Elemen penting lain dari troubleshooting identik dengan penamaan (labeling). Pemberian label tidak hanya meliputi nama kabel, juga di mana ujung yang lain berada dan penggunaan kabel misalnya untuk suara, data atau video. Pada waktu troubleshotting, label seperti ini bisa lebih berharga dibanding catatan pemasangan kabel karena label berada bersama dengan unit dan tidak tersimpan dalam laci di suatu tempat. Bersama dengan label kabel, pemberian label masing-masing port pada hub, switch, atau router berikut lokasi, keperluan, dan titik koneksi akan sangat mempermudah sehingga masalah bisa diatasi. Semua komponen lain yang dihubungkan ke jaringan juga harus diberi label seperti lokasi dan keperluan mereka. Dengan label semacam ini, semua komponen bisa dicari dan keperluan pada jaringan bisa diketahui dengan mudah. Penggunaan label bersama dokumentasi jaringan akan memberi gambaran lengkap tentang jaringan dan hubungannya. Satu hal penting lain yang perlu diingat bahwa dokumentasi hanya berguna jika berisi informasi terbaru (up to date). Semua perubahan yang dilakukan ke jaringan harus dicatat pada piranti atau kabel yang diubah serta dokumentasi yang digunakan untuk menggambarkan jaringan keseluruhan.

3. Dokumentasi Jaringan

Komponen pertama dan paling penting untuk jaringan yang baik adalah dokumentasi. Dokumentasi paling sering dibicarakan dan paling sedikit dilakukan dalam jaringan. Dokumentasi mewakili ingatan administrator jaringan. Ia berisi jurnal rancang-bangun Anda, tetapi tidak berhenti sampai di situ. Dokumentasi juga meliputi: diagram yang menunjukkan jalur fisik layout kabel, jenis kabel, panjang masing-masing kabel, jenis terminasi kabel, lokasi fisik masing-masing panel dinding atau patch panel, dan model penamaan (labeling) supaya masing-masing kabel bisa diidentifikasi dengan mudah.

a. Layout MDF dan IDF

Dokumen ini berisi layout fisik dan logical dari Main Distribution Facility dan Intermediate Distribution Facilities pada jaringan. Ini meliputi layout fisik susunan rak, perlengkapan pendukung,server, label patch panel untuk mengidentifikasi terminasi kabel, rincian identifikasi, dan konfigurasi semua piranti ada.

b. Konfigurasi Server dan Workstation

Rincian konfigurasi server dan workstation dibuat untuk masing-masing host yang terhubung ke jaringan. Informasi pada dokumen ini distandardisasi dan berisi hal-hal, seperti pembuatan dan model komputer, nomor seri, drive floppy, harddisk, drive DVD/CD-ROM, kartu suara dan jaringan, jumlah RAM, dan rincian fisik lainnya dari komputer. Dokumen ini juga meliputi rincian konfigurasi komputer, konfigurasi IRQ, DMA dan Base Memory dari kartu peripheral. Dokumen berisi lokasi fisik, user, dan identitas jaringan (alamat IP, MAC address, subnet, topologi) dari komputer itu.

c. Daftar Software

Daftar software berisi software standar dan khusus yang digunakan masing-masing mesin pada jaringan, dan rincian konfigurasi instalasi standar pada masing-masing paket software. Termasuk juga didalamnya berisi operating system dan aplikasi.

d. Catatan Maintenance

Penting juga untuk menyimpan catatan semua perbaikan yang dilakukan pada perlengkapan yang dimasukkan ke dalam jaringan. Ini akan membantu administrator untuk memperkirakan masalah yang mungkin terjadi dengan hardware dan software pada masa yang akan datang.

e. Langkah Pengamanan

Dokumen ini tidak hanya meliputi pengamanan lunak seperti hak user, password, dan firewall, tetapi juga pengamanan fisik. seperti Pengamanan fisik/keras meliputi hal sederhana mengidentifikasi bagaimana MDF dan IDF dikunci, siapa yang memiliki akses ke ruangan tersebut dan mengapa, bagaimana host dilindungi (kabel pengaman-alarm), dan siapa yang memiliki akses fisik ke sistem.

f. User Policy

User policy merupakan dokumen yang bisa jadi paling penting dan bermanfaat bagi administrator jaringan, karena berisi bagaimana user berhubungan dengan jaringan. Policy tersebut meliputi apa yang boleh dan apa yang tidak dibolehkan pada jaringan. Juga harus disertakan apa nanti konsekuensi bagi user yang melanggar. Aspek lain dari user policy meliputi user ID dan panjang password minimum yang diharuskan, dan aturan untuk isi password. User policy perlu dibuat bersama manajemen perusahaan supaya policy tersebut bisa diterima dan dilaksanakan. Sebagai administrator jaringan, sedapat mungkin buat jaringan yang paling aman dan fungsional bagi perusahaan. Namun, pastikan policy jaringan tidak bertentangan dengan kebijakan perusahaan atau membatasi para user dalam mengakses resource yang diperlukan. Informasi yang dicatat pada dokumen yang disebutkan menciptakan dokumentasi jaringan untuk sistem. Dokumentasi akan membuat maintenance dan upgrade jaringan menjadi lebih teratur. Dokumentasi ini akan memberikan titik awal kepada administrator untuk kembali jika upgrade mengalami masalah atau jika perlu memulihkan jaringan yang tidak berfungsi. Satu poin terakhir tentang dokumentasi jaringan adalah bahwa dokumentasi perlu diperbarui secara kontinue dengan upgrade dan perubahan konfigurasi jaringan terbaru. Jika tidak dilakukan, dokumentasi tidak akan memiliki hubungan yang kuat dengan implementasi jaringan yang sedang digunakan.

4. Tugas dan Tanggung Jawab Administrator

Administrator sistem (sysadmin) identik dengan orang bekerja untuk menjaga dan mengoperasikan sistem komputer atau jaringan. Mereka tidak mungkin bisa bekerja sendirian, tetapi ada beberapa pihak yang selalu mendampinginya dalam setiap pekerjaan dijabarkan sebagai berikut.

1.Supervisor

Seseorang yang diberikan wewenang oleh perusahaan untuk memberikan perintah atau tugas-tugas kepada rekan-rekan bawahannya.

2.Reporter

Seseorang yang memiliki tugas untuk

3.Technical staf

mencatat seluruh aktifitas yang dilakukan oleh server, meliputi debug (kesalahan), ketidakstabilan server, dan lain-lain.

Rekan seorang administrator server yang bertugas membantu administrator server dalalam pekerjaanya, utamanya yang berkaitan dengan hal-hal teknis, seperti instalasi listrik, perawatan PC, dan lain-lain.

4.Non technical staf

Seseorang yang membantu pekerjaan administrator server yang bekerja dalam bidang non teknik, diantaranya merapikan peletakan server, membersihkan, mengamankan dari gangguan bug, dan lain-lain.

5.Staf Server

Seorang administrator server harus selalu rutin berkomunikasi dengan server untuk menjaga kestabilannya.

6.Staf Client

Seorang administrator server harus berkomunikasi dengan client agar dapat memastikan bahwa pelayanan dari server yang telah dikonfigurasi benar-benar optimal.

Di samping itu, tanggung jawab seorang administrator sistem antara lain sebagai berikut.

a. Memperkenalkan dan mengintegrasikan teknologi baru ke dalam lingkungan pusat data yang ada.

b. Menganalisis sistem log dan mengidentifikasi potensi masalah dengan sistem komputer.

c. Melakukan audit rutin sistem dan piranti lunak.

d. Menerapkan pembaruan sistem operasi, patch, dan perubahan konfigurasi serta melakukan backup.

e. Instalasi dan konfigurasi hardware dan software baru.

f. Menjawab pertanyaan teknis.

g. Menambah, menghapus, atau memperbarui informasi akun pengguna, reset password, dan lain-lain

h. Tanggung jawab untuk keamanan dan mendokumentasikan konfigurasi sistem.

i. Mengatasi masalah dilaporkan.

j. Sistem kinerja tuning dan memastikan bahwa infrastruktur jaringan dapat berjalan.

Dalam organisasi yang lebih besar, beberapa tugas yang tercantum di atas dapat dibagi antara administrator sistem yang berbeda atau anggota kelompok organisasi yang berbeda. Sebagai contoh, seorang individu yang khusus (s) dapat menerapkan semua upgrade sistem, Quality Assurance (QA) tim dapat melakukan pengujian dan validasi, dan satu atau penulis yang lebih teknis mungkin bertanggung jawab untuk semua dokumentasi teknis yang ditulis untuk sebuah perusahaan. Dalam organisasi yang lebih kecil, administrator sistem juga dapat melakukan sejumlah tugas lain yang terkait dengan bidang lain seperti database administrator (DBA), dukungan teknis, aplikasi analis, administrator jaringan/analis/spesialis, keamanan administrator, dan juga menjadi seorang programmer. Pada intinya administrator network bertugas mengelola serta menjaga seluruh sumber daya pada sistem jaringan agar kinerja jaringan lebih efektif dan efisien dilihat dari fungsi, struktur dan keamanan jaringan itu sendiri. Selain kemampuan teori maupun praktek yang harus dikuasai dengan baik hal lain adalah memiliki etika profesional, tanpa etika dan sikap seorang profesional yang baik maka semua kemampuan teori maupun praktek yang dikuasai tidak akan berarti banyak.

Beberapa hal umum yang harus dikuasai seorang network administrator sebagai berikut.

a. Pengetahuan tentang berbagai piranti keras jaringan komputer seperti repeater, hub, switch, router, antena, kabel dan berbagai piranti pendukung lainnya, pemahaman meliputi cara kerja, pemasangan, dan konfigurasi.

b. Pengetahuan dasar tentang komputer teori maupun praktek. Hal ini sangat penting karena tidak mungkin menjadi seorang administrator jaringan komputer namun bagaimana kerja sistem komputer sendiri tidak dikuasai dengan baik.

c. Pengetahuan tentang sistem keamanan komputer terutama jaringannya (network security) akan sangat membantu dan memberikan nilai lebih.

d. Pemahaman tentang routing teori maupun konfigurasi harus di kuasai dengan baik agar mampu membangun jaringan dengan baik hal ini sangat diperlukan terutama jika komputer ataupun sub organisasi perusahaan sangat banyak.

5. Fungsi dan Tugas Network Administrator

Secara garis besar, beberapa fungsi dan kerja administrator dapat dinyatakan dari irisan antara network, hardware, dan application. Tugas dari administrator jaringan sebagai bagian dari Security management yang menitikberatkan kerja mencakup masalah network administrator keamanan dengan ruang lingkup dikategorikan sebagai berikut.

a. Firewall

Firewall identik dengan sistem atau piranti yang mengizinkan lalu lintas jaringan yang dianggap aman untuk melaluinya dan mencegah lalulintas jaringan yang dianggap aman untuk melaluinya dan mencegah lalulintas yang dianggap tidak aman.

b. Username

Username akan digunakan sebagai informasi log in password control (pengendalian pasword yang dimiliki oleh sebuah sistem).

c. Resource access

Network admin mampu melakukan pembatasan penggunaan sumber daya sesuai dengan hak akses yang diberikan.

6. Peranan Administrator dalam jaringan

Istilah administrator digunakan juga dalam jaringan komputer dan internet dimana administrator atau sering disebut dengan istilah admin memiliki wewenang dan peranan yang besar dalam mengendalikan suatu jaringan komputer, baik lokal maupun internet. Peranan Administrator dalam jaringan antara lain sebagai berikut.

a. Mengatur pengguna

Dalam perusahaan yang memiliki jaringan komputer kelas menengah, seorang admin bertugas dalam mengatur pengguna jaringan tersebut. Admin harus tahu dengan baik komputer mana saja dan sumber daya apa saja yang ada dalam jaringan yang ia pimpin. Admin juga merupakan penegak dari aturan atau kebijakan perusahaan dalam mengakses jaringan sehingga dapat ditaati oleh seluruh pengguna jaringan tersebut. Misalnya memblokir akses jejaring sosial pada saat jam kerja, dan lain-lain. Umumnya dalam jaringan memiliki akun masing-masing. Akun user ini biasanya dikelompokkan berdasarkan nama, jabatan dan kepentingan dalam mengakses jaringan serta waktu akesenya. Setelah akun dikelompokkan, maka baru diberi hak akses penggunaan resources berupa data dan piranti keras sesuai dengan porsi pekerjaan user tersebut.

b. Memastikan keamanan jaringan (security)

Melindungi komputer yang berada di dalam suatu jaringan adalah tugas utama dari admin. Keadaan jaringan komputer yang aman dan berfungsi baik harus dipastikan oleh admin. Komputer dan jaringannya harus terproteksi dari kemungkinan ancaman pihak lain yang tidak memiliki hak akses atau dari ancaman program jahat seperti virus dan malware. Pemilihan antivirus yang tepat dan mengatur hak akses dalam jaringan adalah salah satu hak mutlak yang dimiliki admin untuk menjalankan tugasnya dalam bidang ini.

c. Mengatur cadangan data

Tugas dari admin yang penting lainnya adalah tanggung jawabnya dalam membuat salinan data sebagai cadangan dari data-data penting miliki suatu jaringan dari perusahaan atau instansi tertentu. Backup ini berfungsi sebagai cadangan data saat terjadi hal-hal yang diluar dugaan seperti bencana alam, terhapus data secara tak sengaja atau kerusakan piranti keras penyimpanan data. Dengan backup data, maka admin dapat menyelamatkan data penting perusahaan dan mengembalikannya seperti semula pada saat tanggal terjadinya backup.

d. Update atau pemutakhiran

Tugas ini umumnya berkaitan dengan piranti lunak, namun tidak menutup kemungkinan juga piranti keras. Update sepertinya adalah hal yang sepele namun memiliki dampak besar dalam jaringan tersebut. Update piranti lunak misalnya adalah update sistem operasi dan antivirus, sedangkan update piranti keras misalnya penggantian piranti router atau switch yang sesuai dengan tuntutan jaringan yang berkembang.

e. Troubleshooting atau penanganan masalah

Ini adalah pekerjaan wajib dari admin dalam mengatasi masalah di dalam jaringan. Admin wajib menjaga jaringannya supaya dapat beraktivitas secara normal tanpa adanya masalah. Masalah yang timbul umumnya berupa masalah teknis seperti kerusakan pada komputer, gangguan pada koneksi internet, kabel yang terputus dan lain-lain.

7. Analisa Tugas Administrator dalam Jaringan

Setelah konfigurasi sebuah server selesai, seorang administrator jaringan hanya perlu untuk melakukan maintenance atau perawatan terhadap server tersebut. Misalkan melakukan defrag, analyze terhadap debug atau kesalahan, dan melakukan perbaikan jika ada kesalahan. Selain itu seorang administrator jaringan harus melakukan update dan upgrade sistem, ditujukan agar memperoleh layanan dari sistem operasi yang digunakan secara maksimal. Beberapa hal rutin yang harus dilakukan seorang administrator jaringan dalam kondisi normal adalah sebagai berikut

a. Mendatangi server, melihat aktifitas log, apakah ada yang mencurigakan. Log dapat diartikan adalah rekaman yang dilakukan sistem untuk mengetahui apa saja yang terjadi didalam sistem (jika ada hacker yang masuk)

b. Apabila ada kecurigaan, maka dilakukan troubleshooting (analisa terhadap kesalahan).

c. Mengecek usia software yang digunakan, apakah ada update.

d. Apabila ada update, lakukan backup terlebih dahulu, baru lakukan update. Dilakukan update merupakan langkah antisipasi jika update yang dilakukan menemui kegagalan atau ada tidak kesesuaian dengan sistem yang kita gunakan

e. Melakukan integrasi dengan teknologi baru jika ada, dan melakukan konfigurasi untuk menyesuaikan keadaan perusahaan.

f. Mengatur pengguna, menambah pengguna baru atau menghapus. Ini dilakukan sesuai dengan keadaan perusahaan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KELAS XII #7 LATIHAN SOAL SISTEM JARINGAN INTERNET

LATIHAN SOAL Dedicated hosting server 2026

BELAJAR MEMBUAT LINK DI INTERNET